Hindari Unprosedural, Pemkab Lotim Siapkan Pelatihan Bagi CPMI

Foto : Sekda Lotim Drs. HM. Juaini Taofik, M.Ap


LOMBOK TIMUR - Terulangnya kasus kecelakaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa yang dialami oleh Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) menjadi perhatian publik. Tak terkecuali Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Sebab, dari sekian kasus yang terjadi selalu saja menimpa CPMI asal Lombok Timur yang berangkat ke luar negeri secara unprosedural.


Berkaca dari kasus yang terjadi, Pemkab Lotim berupaya untuk mencari solusi memberi kesempatan kepada CPMI untuk diberikan pelatihan. 


Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim Drs. HM. Juaini Taofik, M.Ap, CPMI akan diberikan pelatihan di Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) dengan melink-kan bersama Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).


"CPMI yang memiliki job order akan disesuaikan dengan materi pelatihan," kata Juaini Taofik kepada wartawan, Rabu (22/6).


Diakuinya, selama ini pemerintah sudah menyiapkan pelatihan kepada CPMI, tapi kurang direspon dengan baik. Bahkan dalam beberapa kasus CPMI unprosedural pemerintah juga merasa kecolongan bukan saja masyarakat setempat. Karenanya, untuk menekan terjadinya kasus serupa semua pihak harus berkolaborasi.


"Kalau penekanan dari pemerintah saja, mungkin tidak bisa. Kita mulai dari pemerintah desa untuk melakukan sosialisasi dan pengertian hingga ke tingkat bawah. Karena memberangkatkan CPMI secara unprosedural tidak ada yang mempertanggungjawabkannya," harapnya sembari mengatakan bahwa merekrut CPMI secara unprosedural selalu ada modus penipuan.


Jika melakukan pendekatan hukum, maka perekrut CPMI secara unprosedural dapat dikenakan pidana melanggar UU No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. (CN)

0 Komentar