![]() |
Masyarakat Desa Kotaraja sangat antusias mengikuti Pawai alegoris yang digelar Sabtu (20/8) |
LOMBOK TIMUR - Setelah sukses menggelar lomba gerak jalan 'dibumbui' gaya dan cara yang unik, Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur (Lotim) kembali menggelar yang tak kalah unik dan menariknya, Karnaval atau biasa masyarakat menyebut pawai alegoris pada Sabtu (20/8) di lapangan umum Desa Kotaraja.
Meski kegiatan ini hal yang lumrah digelar di sejumlah tempat di Kabupaten Lombok Timur, kali ini terbilang sedikit lebih meriah. Maklum, dua tahun akibat pandemi Covid-19 menyerang dunia global, euforia masyarakat untuk tetap menggelar pawai bertajuk 'Serba - Serbi HUT RI ke - 77' tak bisa dibendung. Kegembiraan ibarat merayakan kemenangan melawan Covid-19 sekaligus Perayaan HUT RI ke - 77.
Kearifan lokal jadi menu utama setiap kali digelar pawai alegoris yang biasa dilaksanakan setiap tahunnya itu. Tetapi, kali ini terasa spesial karena 2 tahun lamanya terpaksa tidak dilaksanakan akibat Covid-19 melanda dunia termasuk Indonesia.
Mulai anak-anak tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga masyarakat umum baik tua maupun muda ikut meramaikan kegiatan karnaval. Tentunya, pawai yang diiringi kesenian daerah, gendang beleq, kecimol dan pakaian daerah dan adat baik lokal ataupun se Nusantara turut mewarnai acara tersebut.
Sayangnya, sistem pengamanan untuk memperlancar dalam menghibur masyarakat setempat tak dibarengi dengan kesigapan aparat dalam mengatur arus lalu lintas.
"Kendaraan-kendaraan yang melewati lokasi karnaval harus dialihkan ke jalan alternatif," ujar sejumlah warga yang merasa terganggu dengan hilir mudik kendaraan yang melintasi jalan peserta karnaval.
Apalagi, masyarakat yang menonton karnaval umumnya berada dipinggir jalan raya. Mereka khawatir, jika tidak dicegah kendaraan besar yang melewati jalan itu bisa saja menimbulkan kemacetan dan membahayakan warga lainnya. (CN)
0 Komentar