Kolaborasi Dikes Lotim - Puskesmas Montong Betok Gencarkan Gerakan Bumil Sehat

Program Gerakkan Bumil Sehat Antisipasi stunting di Lotim


LOMBOK TIMUR - Program Gerakkan Ibu Hamil (Bumil) tengah digencarkan dalam upaya menekan jumlah kasus stunting di Kabupaten Lombok Timur.


Dinas Kesehatan Lombok Timur bersama Puskesmas Montong Betok, Kecamatan Montong Gading memberikan edukasi kepada ibu hamil terkait pentingnya menjaga kesehatan ketika masa kehamilan.


Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur H Pathurrahman mengatakan, masa pencegahan stunting yang baik itu pada masa emas. Masa emas itu adalah sejak dalam kandungan sampai dengan berumur 2 tahun,.


Dengan adanya kegiatan gerakan bumil sehat ini, diharapkan bisa menambah pengetahuan terhadap ibu-ibu hamil dan bapak-bapak terkait pentingnya menjaga kesehatan saat hamil agar bayi yang terlahir tidak mengalami stunting. Peran suami saat istri hamil juga dinilai sangat penting dalam mengatasi stunting ini.


Disebutkan Pathurrahman, ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil dalam mengantisipasi stunting yakni, mengkonsumsi makanan yang memiliki gizi berimbang seperti makanan yang mengandung hewani, nabati dan makan buah-buahan.


"Saya rasa di Lombok Timur ini, untuk mendapatkan buah itu tidak sulit, bahkan di setiap halaman rumah itu ada buah seperti pisang, mangga, rambutan. Kita hilangkan image tentang buah itu mahal," ungkapnya.


Selain itu, pola makan ibu hamil juga sangat penting dan harus menjadi prioritas pertama sebelum suami dan anggota keluarga lainnya. Sebab kebiasaan yang ada di tengah masyarakat saat ini ialah ibu-ibu hamil kebanyakan makan setelah anggota keluarga lainnya sudah makan.


"Kebiasaan itu yang harus kita hilangkan di tengah masyarakat. Padahal ibu hamil ini lebih perioritas dibanding bapak-bapak karena di sana ada dua nyawa. Jangan sampai ibu hamil makan setelah keluarga yang lain sudah makan," tegasnya.


Selanjutnya ialah ibu hamil harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di pasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah. Yang tidak kalah penting kata Pathurrahman ialah bapak-bapak harus memberikan perhatian lebih kepada ibu-ibu disaat hamil jangan sampai ibu hamil mengalami stres.


Di tempat yang sama Camat Montong Gading Arpin, sangat menyambut baik atas adanya gerakan bumil sehat ini, sehingga bumil yang ada di kecamatan Montong Gading bisa lebih memperhatikan kesehatan saat hamil.


"Untuk menjaga asupan gizi yang tidak boleh kurang, itu adalah kewajiban sekaligus tanggung jawab para suami untuk mengupayakan agar bumil tidak kekurangan gizi saat mengandung dan tidak boleh stres," terangnya.


Disebutkan di Kecamatan Montong Gading, kasus stunting yang masih tertangani sampai saat ini sebanyak 114 orang yang tersebar di 8 desa, namun sebanyak 9 orang saat ini keadaannya sudah mulai normal.


Dengan adanya gerakan bumil sehat ini diharapkan pada tahun 2023 mendatang kasus stunting di Lombok Timur bisa mencapai target, bahkan melebihi target nasional.


"Ketika persolan stunting ini mulai ditangani sejak 1000 hari kehidupan atau sejak bayi masih dalam kandungan hingga 2 tahun, insyaallah Lombok Timur tahun 2023 bisa mencapai target bahkan melebihi target nasional," pungkasnya.


Dalam kesempatan itu juga dilakukan deklarasi bumil sehat dan Dikes Lombok Timur membagikan susu kepada ibu hamil. (CN)

0 Komentar