Pemdes Diajak Berkolaborasi Cegah Penularan Zoonosis di Lotim


LOMBOK TIMUR - Untuk mempersempit penularan penyakit Zoonosis, Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur akan menggandeng Pemerintah Desa (Pemdes). Zoonosis merupakan penyakit menular dari hewan ke manusia.


Kepala Dinas Kesehatan Lotim, DR. H. Pathurrahman menegaskan bahwa kerjasama dengan Pemdes dalam mencegah penularan penyakit zoonosis dibutuhkan kolaborasi atau keterlibatan banyak pihak. Diakui jika pemdes merupakan ujung tombak dalam hal kebijakan ditingkat bawah.


"Kolaborasi dengan stake holder bisa mencegah terjadinya penularan penyakit zoonosis ini," tandas Pathurrahman, Jum'at (24/3).


Dia juga memaparkan, dalam Permenko PMK Nomor 7 Tahun 2022, Pemerintah Desa diharuskan mengalokasikan anggaran 20 persen untuk ketahanan pangan termasuk juga didalamnya untuk  penanganan Zoonosis.  Hal itu tak lain karena  ancaman Zoonosis ini diprediksi terus meningkat  dan  berdampak  pada aspek sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.  


Untuk itu terang dia,  dibutuhkan kolaborasi tenaga kesehatan dengan Pemdes guna mengendalikan penularan penyakit tersebut yang saat ini mulai berkembang.


Masih kata Pathurrahman, peran tenaga kesehatan ditingkat puskesmas, menjadi garda terdepan dalam menuntaskan penyakit ini. Disisi lain peran pemerintah desa juga sangat dibutuhkan untuk  mendukung  pelayanan di tingkat desa

 

Walau diakui bahwa penyakit Zoonosis belum terdeteksi di Lotim namun semua pihak harus mengantisipasinya. Dan itu dapat dilakukan dari hal terkecil salah satunya dengan menjaga lingkungan tetap bersih.


Selain itu pihaknya juga inten memberikan sosialisasi ke warga dalam upaya mencegah penyakit ini. Kunci utama terhindar dari penyakit tersebut adalah supaya masyarakat bisa tetap menjaga kebersihan lingkungan. 


"Menjaga lingkungan menjadi salah satu upaya untuk menghindarkan diri dari penularan penyakit ini," kata Pathurrahman. (CN)

0 Komentar