![]() |
Kepala Bidang P3KL Dikes Lotim, Budiman Satriadi, SKM |
LOMBOK TIMUR - Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur meminta untuk menghentikan sementara waktu produk olahan dari geranggang (rumput laut, Red) hingga diketahui pasti penyebab terjadinya keracunan.
Penghentian produk olahan itu menyusul terjadinya kasus keracunan yang menimpa satu keluarga sebanyak 20 orang di Desa Rarang Tengah, Kecamatan Terara setelah mengkonsumsi olahan rumput laut yang dinamakan warga sasak dengan sebutan "Pencok," belum lama ini.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Lotim, Budiman Satriadi, SKM mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab dari keracunan makanan tersebut.
"Kami sudah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi untuk di uji di laboratorium. Karena belum di pastikan apakah sumber keracunan dari rumput laut atau dari bumbu makanan dan lainnya," kata Budiman Satriadi.
Dilaporkan, setelah menkonsumsi makanan olahan rumput laut ini, gejala yang dialami oleh korban yaitu sakit perut muntah-muntah dan diare. Mengantisipasi kasus serupa terulang kembali, pihak Dinas Kesehatan Lotim, menghentikan sementara peredaran rumput laut, sampai batas waktu yang belum ditentukan, yaitu bergantung pada hasil uji Laboratorium.
"Untuk sementara kita melarang untuk menjual olahan rumput laut, dan masyarakat dihimbau jangan mengonsumsi untuk sementara waktu," pintanya
Diketahui, kasus keracunan makanan olahan rumput laut yang menimpa satu keluarga di Desa Rarang Tengah, Kecamatan Terara Lotim terjadi pada Selasa, (9/5) pekan lalu. Sementara pihak kepolisian mendapatkan laporan kasus tersebut, Sabtu, (13/5/2023) sekitar pukul 10.00 wita, setelah adanya korban masuk rumah sakit dan meninggal dunia.
Saat itu pihak kepolisian menerima laporan lima orang yang menjadi korban dan salah satu korban meninggal dunia.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun menyebutkan kasus dugaan keracunan ini bermula dari lima orang korban yang masih satu keluarga tengah makan siang bersama dengan lauk daging ayam dan olahan rumput laut.
Kemudian setelah itu pada malam hari korban mengalami sakit perut, mual dan mencret, bahkan sempat muntah-muntah, setelah itu korban dibawa oleh keluarganya ke Puskesmas Terara untuk mendapatkan perawatan.
Kasus ini sendiri kini dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. (CN)
0 Komentar