![]() |
Kepala Dinas PMD Lotim, Drs. Salmun Rahman |
LOMBOK TIMUR - Setelah diultimatum, Kepala Desa (Kades) yang mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) tahun 2024 mendatang, akhirnya mengajukan surat pengunduran diri.
Surat pengunduran diri itu telah diterima pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lombok Timur. Kepastian surat pernyataan resmi pengunduran diri sebagai kepala desa itu terakhir dilayangkan pada hari Kamis (18/5) lalu.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lombok Timur, Drs. Salmun Rahman kepada channelntb.com, Sabtu (20/5).
Kepala desa yang masih aktif tapi ikut mendaftarkan diri sebagai Bacaleg di Daerah Pemilihan (Dapil) Lombok Timur telah mengajukan pengunduran dirinya. Meski demikian, baru 9 kepala desa yang sudah mengajukan surat resmi sesuai dengan yang terdaftar dalam data yang ada. Ada 13 jabatan kepala desa yang masih berstatus aktif terdaftar dalam Bacaleg di Lotim.
"Suratnya sudah kami terima,. Sedangkan sisanya masih belum kami terima. Atau mungkin suratnya sudah ada di meja pak bupati, " ujar Salmun Rahman membenarkan.
Dalam daftar yang diterima tambah Salmun, diantaranya, Kades Sembalun Lawang, Sembalun (HM.Idris), Lalu Anugerah Bayuadi (Sakra - Kecamatan Sakra), Salahuddin (Sakra- Kecamatan Sakra), M. Rosyidi, S.Sos,I (Loyok - Kecamatan Sikur), Samsuddin (Dane Rase - Kecamatan Keruak), Mursidin ( Montong Baan - Kecamatan Sikur), Harmaen, A.Md ( Bebidas - Kecamatan Wanasaba), Mawarlan, S.Pd.I ( Tumbuh Mulia - Kecamatan Suralaga), Adnan (Desa Mekar Sari - Kecamatan Suela).
"Kita lihat sampai hari Senin mendatang. Soalnya pak bupati ke luar daerah setelah membuka rakor stunting. Apakah ada surat dari kades yang nyaleg masih dimeja beliau (Bupati Lotim, Red)," tandas Salmun. (CN)
0 Komentar