Situasi Memanas, Pertemuan Bersama Masyarakat Kotaraja Distop

Sekelompok warga Desa Kotaraja memaksa masuk ke aula kantor desa dan sempat memanas 


LOMBOK TIMUR - Pertemuan antara Pemerintah Daerah (Pemkab) Lombok Timur bersama masyarakat Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur terpaksa dihentikan lantaran massa yang berada diluar ruangan aula kantor Desa Kotaraja terlihat memanas.


Rapat sosialisasi yang semulanya mendengar aspirasi masyarakat setempat terkait keberadaan proyek pembangunan Saluran Pipa Air Minum (SPAM) akhirnya distop oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM Juaini Taofik yang hadir pada pertemuan tersebut.

Pertemuan antara warga Desa Kotaraja bersama Pemerintah Daerah Lotim terpaksa dihentikan


Massa yang mengaku menolak dilanjutkan proyek SPAM tersebut bersikeras akan menghalangi pekerjaan lantaran tidak ingin sumber mata air di Pinaran Dusun Lingkung, Kecamatan Tetebatu Selatan terancam habis.


Saat sesi tanya jawab antara warga Desa Kotaraja bersama Sekda Lotim HM. Juaini Taofik, sekelompok warga merangsek masuk ke ruangan aula dengan nada keras. 


Tak ingin situasi lebih memanas, Sekda Lotim yang dikenal low profile itu pun akhirnya menghentikan diskusi.


"Karena situasi sudah tidak kondusif, pertemuan diskusi ini kita tutup," ungkap Sekda Lotim HM. Juaini Taofik didamping Kepala Dinas PUPR Lotim H. Dewanto Hadi, ST, MT dan Camat Sikur, Saharuddin, Selasa (23/5).


Sebelum pertemuan dihentikan, sempat terjadi perdebatan antara warga bersama perwakilan Pemkab Lotim yang bersikeras menolak pembangunan SPAM wilayah selatan.


Kendati demikian, sejumlah perwakilan masyarakat Desa Kotaraja bersama Sekda Lotim Juaini Taofik didampingi Kadis PUPR Lotim Dewanto Hadi dan pihak BWS NTB- 1 Kementerian PUPR RI melanjutkan diskusinya.


"Selaku pemerintah, kita ingin tidak ada masyarakat yang dirugikan. Semua pendapat akan kita tampung untuk mencari solusi yang terbaik," ujar Juaini Taofik.


Sebelumnya, Kadis PUPR H. Dewanto Hadi memaparkan keberadaan proyek SPAM yang didanai dari APBN suatu anugerah bagi masyarakat Lotim. Tidak hanya itu, rehabilitasi pembuangan sampah di Ijo Balit. Demikian pula dengan program pembangunan air minum untuk Kecamatan Sembalun. Termasuk memperoleh anggaran untuk pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) di Pancor, Selong.


"Lombok Timur sudah dipercaya oleh pemerintah pusat dan ini menjadi berkah tersendiri bagi daerah kita. Belum tentu ditahun-tahun berikutnya kita mendapatkan kepercayaan lagi untuk memperoleh anggaran yang cukup besar ini," papar Dewanto Hadi.


Kabupaten Lotim merupakan daerah yang paling besar penduduknya mencapai 1,3 juta jiwa lebih. Program pembangunan tidak akan berjalan tanpa dukungan masyarakat.


Pembangunan SPAM wilayah Selatan telah direncanakan sejak 2 tahun silam. Bahkan, Kementerian PUPR telah menyatakan jika program SPAM tersebut dinilai layak untuk dibangun di Lotim.


"Secara teknis, proyek SPAM ini akan memberikan akses air minum kepada 15 ribu sambungan rumah atau sekitar 750 ribu jiwa di Lotim," jelasnya.


Diakuinya, salah satu kendala kebutuhan dasar masyarakat di Lotim adalah ketersediaan air minum. 


Pengambilan air minum ini dikatakan Dewanto Hadi, tidak bersumber dari mata air tetapi dari air perdesaan. Dari perencanaan awal akan diambil pada tiga titik. Diantaranya, Barang Panas, Lingkung dan Gawah Buaq. Tetapi dalam pelaksanaannya mengerucut menjadi dua titik di daerah Tibu Kodet dan Sungai Lingkung.


Untuk diketahui, debit air di Tibu Kodet mencapai 307 liter per detik. Sedangkan Sungai Lingkung mencapai 239 liter per detik. Kedua sumber air tersebut hanya digunakan 1/5 dari jumlah debit yang ada.


"Jumlah yang akan diambil seperlima dari jumlah debit air masing-masing atau sekitar 20 persen," sebutnya. (CN)

0 Komentar