LOMBOK TIMUR - Sistem proporsional terbuka membutuhkan anggaran yang lebih besar dibandingkan dengan sistem proporsional tertutup. Hal ini karena pada sistem proporsional terbuka, suara yang diberikan oleh masyarakat pada partai politik akan dihitung dan diproses secara terpisah untuk menentukan jumlah kursi yang diperoleh oleh masing-masing partai di parlemen. Sedangkan pada sistem proporsional tertutup, partai politik yang sudah mendaftarkan diri akan menentukan urutan calon-calon anggota parlemen. Oleh karena itu, sistem proporsional terbuka memerlukan biaya yang lebih besar untuk penghitungan suara dan pengolahan data.
Pada sistem proporsional terbuka atau tertutup, partai-partai besar tidak selalu diuntungkan atau dirugikan. Hal ini tergantung pada bagaimana sistem tersebut dijalankan dan seberapa banyak dukungan yang diperoleh oleh partai politik.
Pada sistem proporsional terbuka, karena suara yang diberikan oleh masyarakat dihitung secara terpisah, maka partai politik yang mendapatkan dukungan yang lebih besar dari masyarakat akan mendapatkan lebih banyak kursi di parlemen. Oleh karena itu, partai politik yang memiliki popularitas tinggi dan dukungan massa yang kuat kemungkinan besar akan diuntungkan dalam sistem ini. Namun, di sisi lain, partai politik yang hanya memperoleh sedikit dukungan pun masih memiliki peluang untuk mendapatkan kursi di parlemen.
Sementara pada sistem proporsional tertutup, partai politik menentukan urutan calon-calon anggota parlemen. Oleh karena itu, partai politik yang sudah mapan dan memiliki pengalaman yang lebih banyak bisa saja mengisi urutan calon anggota parlemen dengan para politisi berpengalaman dan terkenal. Kondisi ini akan lebih menguntungkan partai besar karena biasanya partai besar memiliki kader-kader yang sudah lebih terkenal dan mapan di dunia politik. Namun, di sisi lain, partai politik kecil juga masih punya peluang untuk memperoleh kursi di parlemen jika strategi dan kaderisasi mereka cukup kuat. (edi)
0 Komentar