![]() |
Danrem 162 WB Brigjen Sudarko Aris Nurcahyo bersama Ketua PWI NTB dan Ketua SMSI NTB dalam silaturahmi pers |
MATARAM - Danrem 162 Wira Bhakti Brigjen TNI Sudarko Arif Nurcahyo S.Sos, MM memahami betul pentingnya program bedah rumah layak huni bagi masyarakat yang belum memiliki rumah yang layak dan sehat untuk ditinggali. Oleh karena itu, ia terus berupaya untuk mengikhtiarkan supaya program tersebut terus dilanjutkan.
Setelah program bedah rumah layak huni selesai dalam rangka penyusunan 37/15, Brigjen TNI Sudarko Arif Nurcahyo menyadari bahwa manfaat dari program tersebut sudah dirasakan oleh rakyat. Karena itu, ia merasa bahwa program itu harus dilanjutkan agar masyarakat yang membutuhkan bisa terus mendapatkan bantuan.
Tidak hanya itu, program bedah rumah layak huni juga sudah dikenal oleh masyarakat yang menjadi sasaran program tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Dalam menjalankan program bedah rumah layak huni, Brigjen TNI Sudarko Arif Nurcahyo berharap agar seluruh pihak dapat bekerjasama untuk menyukseskan program tersebut sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan rumah yang layak dan sehat untuk ditinggali.
Bedah rumah merupakan prioritas utama dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di wilayah binaan. Menurutnya, program bedah rumah dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedesaan.
"Program bedah rumah menjadi sasaran utama karena masih banyak rumah di pedesaan yang belum layak huni, bahkan masih menggunakan kayu dan bambu sebagai bahan bangunan," ujar Brigjen Sudarko dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa program bedah rumah dilakukan dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra kerja dan dengan memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan keberdayaan masyarakat.
"Melalui program bedah rumah, TNI bersama masyarakat akan membangun rumah yang layak huni dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan keberdayaan masyarakat. Artinya, masyarakat akan diberdayakan untuk menjadi mitra kerja dalam setiap tahap pembangunan," jelasnya.
Brigjen Sudarko juga menegaskan bahwa program bedah rumah bukan hanya menyangkut pembangunan fisik rumah, tapi juga berkaitan dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam hal pengelolaan rumah dan lingkungan sekitar.
"Kami tidak hanya membangun rumah, tapi juga memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat dalam hal pengelolaan rumah dan lingkungan sekitar. Hal ini penting agar masyarakat dapat memelihara dan memanfaatkan rumah yang sudah dibangun dengan baik dan benar," tegasnya.
Dalam pelaksanaan program bedah rumah, TNI menggandeng berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan donatur untuk mendukung kegiatan tersebut.
Dia juga mengapresiasi peran media massa yang banyak membantu dalam menyebarluaskan pemberitaan terkait program di institusi TNI.
Pada acara silaturrahmi, turut hadir Ketua PWI NTB H. Nasruddin dan Ketua SMSI NTB H. Abdus Syukur serta sejumlah media massa lainnya di NTB. (CN)
0 Komentar