Dokter Gigi dan Spesialis di Puskesmas di Lotim Masih Minim

Kadis Kesehatan Lotim, DR. H. Pathurrahman


LOMBOK TIMUR - Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, DR. H. Pathurrahman mengakui bahwa dokter gigi dan spesialis di puskesmas masih sangat minim. Hal ini membuat pelayanan kesehatan gigi dan mulut di daerah tersebut masih kurang optimal.


Karenanya, Pathurrahman berupaya untuk memenuhi kekurangan dokter gigi dan spesialis di puskesmas. Hal tersebut tak lepas karena beberapa puskesmas di Lombok Timur masih kekurangan dokter gigi dan spesialis. 


Diketahui dari 35 puskesmas di Lombok Timur hampir separuhnya belum memiliki dokter gigi. Idealnya, masing-masing puskesmas punya satu dokter gigi.


Kurangnya dokter gigi ini salah satunya disebabkan oleh tidak adanya fakultas dokter gigi di NTB. Kondisi itu mengharuskan  sebagian besar formasi dokter gigi diisi oleh tenaga dari luar NTB atau anak NTB yang kuliah di luar NTB. Padahal kata dia, sistem rekrutmen dokter gigi ini selalu dibuka,  namun yang mendaftar selalu sedikit dan sebagian besar dari luar NTB. 


Kekurangan ini diakui banyak dikeluhkan oleh masyarakat bahkan oleh pihak puskesmas sendiri, sebab hal itu juga berdampak terhadap pelayanan. 


Penyebab kurangnya dokter gigi di Lombok Timur memang bisa disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya, tidak adanya fakultas kedokteran gigi di daerah tersebut membuat kurangnya supply tenaga ahli di bidang tersebut sehingga sulit untuk merekrut tenaga profesional berkualitas.


Selain itu, dalam rekruitmen CPNS, animo peserta untuk mengambil jalur kedokteran gigi cukup minim. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya minat pada bidang tersebut.


3. Faktor lingkungan yang kurang kondusif juga bisa menjadi penyebab. Daerah terpencil atau sulit dijangkau seperti Lombok Timur bisa membuat dokter gigi enggan untuk bekerja di sana.


"Untuk mengatasi kurangnya dokter gigi dan spesialis di Lombok Timur, dibutuhkan langkah-langkah strategis yang terukur dan berkelanjutan. Misalnya, pemerintah bisa membangun kerja sama dengan universitas yang memiliki fakultas kedokteran gigi untuk meningkatkan pendidikan dan pelatihan tenaga ahli di bidang tersebut," ujar Pathurrahman. (CN)

0 Komentar