![]() |
Kepala Dikes Lotim, H. Pathurahman |
LOMBOK TIMUR - Imunisasi Rotavirus akan digelar secara serentak pada tanggal 15 Agustus 2023 mendatang di Kabupaten Lombok Timur.
Dinas Kesehatan Lombok Timur telah menyiapkan sebanyak 2.793 vial vaksin untuk mencegah wabah diare dengan imunisasi Rotavirus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur , DR. H. Pathurrahman menyatakan bahwa pelaksanaan imunisasi ini akan diprioritaskan bagi balita atau bayi yang berusia 2 bulan. Hal tersebut bertujuan untuk memperkuat imunitas dari bayi tersebut sampai mereka tumbuh dewasa.
"Diharapkan imunisasi serentak ini dapat membantu mencegah terjadinya diare, terutama pada bayi yang berusia dua bulan sebagai sasaran imunisasi rotavirus " kata Pathurrahman.
Imunisasi ini kata Pathurrahman akan memberikan cara yang lebih efektif dalam mencegah terjadinya diare. Terlebih lagi penyakit diare ini merupakan salah satu penyakit yang paling banyak kasusnya di Lombok Timur. Hal tersebut tentunya menjadi menjadi atensi Pemkab setempat terutama Dinas Kesehatan dalam upaya untuk melakukan pencegahan.
"Diare adalah masalah serius yang harus segera ditangani karena dapat menyebabkan dehidrasi yang parah, bahkan dapat berujung pada kematian. Penyebab diare tidak hanya bakteri, tetapi juga dapat disebabkan oleh virus, termasuk rotavirus yang dianggap lebih berbahaya," ungkapnya.
Data menyebutkan bahwa kasus diare di Lombok Timur terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di NTB. Diare ini menjangkit berbagai kalangan umur mulai dari bayi, balita, remaja, hingga dewasa. Karena itu upaya pencegahan menjadi salah satu prioritas penting dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.
Hal sama juga dikatakan Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Timur, Budiman Satriadi.
Sasaran imunisasi rotavirus adalah bayi di bawah dua bulan. Data jumlah bayi yang lahir Juni 2023 sebanyak 1.866 bayi. Dosis vaksin tersedia 2.739 vial vaksin, 1 vial isinya 10 dosis dan satu anak satu dosis.
"Kegiatan imunisasi rotavirus ini akan dilakukan lewat Petugas imunisasi di Posyandu. Kegiatan imunisasi dapat mencegah terjadinya kasus diare di Lotim yang angkanya cukup tinggi," sebutnya.
Diketahui, pada tahun 2009, Lotim pernah menghadapi KLB diare yang disebabkan oleh tercemarnya aliran sungai. Kejadian tersebut lebih disebabkan oleh bakteri ecoli. Oleh karena itu, pihak berwenang berharap bahwa program imunisasi rotavirus ini dapat membantu mencegah wabah serupa di masa depan. (CN)
0 Komentar